Terus Melangkah Bersama Dia
Oleh Ev. Daniel Alexander

Tidak ada kata sebaik apapun yang bisa kita berikan kepada Tuhan Yesus, yang sangat mengasihi Papua pada hari pengucapan syukur ini, 10 tahun yang lalu ketika memulai pelayanan pendidikan ini, kita tidak punya gambaran dan bayangan mau kemana dan seperti apa prooses pelayanan ini. Karena kita tidak punya uang, fasilitas pendidikan, tenaga guru, termasuk pengalaman dibidang pendidikan. Hari ini, kalau kita bisa sampai menjadi seperti ini, maka tidak ada seorangpun yang bisa menyombongkan diri bahwa pelayanan ini ada karena jasanya sendiri, semua ada hanya karena Dia yang sangat mengasihi anak-anak- Nya di Papua. Bukan kami yang mengucapkan terima kasih kepada PWKI, Pemerintah, para Donator baik yang ada di Nabire maupun diluar Nabire, serta masyarakat Nabire yang telah memberikan dukungan sehingga sampai hari ini kita semua tetap berjalan bersama melanjutkan pelayanan ini. Maka Tuhan lah yang mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah mau melanjutkan pelayanan ini, dengan merenungkan Amos 3 : 7.
Kepada semua rekan guru, pengasuh asrama, dan pengurus Yayasan jangan mengharapkan mendapat terima kasih dari siapapun, Dia yang memanggil kita pada pelayanan ini, maka Dia lah yang menyatakan sesuatu untuk kita semua yang mau memberi hidup dan terlibat pada proyek-Nya. Kita tidak boleh merasa puas dengan keberhasilan yang tercapai sekarang ini, memang kita patut bangga karena tahun ini anak-ank kita yang sudah selesai SMP masuk SMA, tetapi ini baru setengah perjalanan. Sebab kita masih belum melihat hasil akhirnya, jadi apa anak anak terkasih-Nya yang Dia serahkan ditangan kita sekarang ini. Jadi perjalanan kita masih jauh. Itu sebabnya, kedepan, diperlukan kerjasama yang lebih lagi antara keluarga komunitas, Donator, Pemerintah, dan masyarakat Nabire harus semakin kompak, kuat dan sehati sevisi dalam tahun-tahun yang akan datang.

Kita masih memiliki tugas yang harus segera dikerjakan, yaitu menyehatkan Papua secara fisik. Bidang kesehatan yang sudah Dia percayakan kepada kita, belum tertangani, sekalipun dokter dan tenaga medis sudah siap, tapi fasilitas belum kita sediakan, tanah sudah ada, jadi jelas pekerjaan kita masih banyak. Kiranya dengan acara ini, kita semua terpacu untuk lebih giat lagi dengan seluruh daya, dana, ide, waktu, dan segala fasilitas yang kita miliki untuk mengerjakan pekerjaan selanjutnya dengan bahu-membahu untuk Papua segera bebas dari penjajahan kemiskinan, penyakit, kebodohan dan lain-lain. Sampai kita melihat Papua bisa disejajarkan dengan saudara- saudaranya dibagian lain yang ada di negara ini serta bangsa-bangsa lain.
Dia pasti menyertai kita dalam proyek-Nya ini, maka itu jangan takut, selama 10 tahun ini kita sudah terlatih menghadapi tantangan, kesulitan, bahaya dan lain-lain. Jadi tidak ada yang bisa menghentikan langkah kita, kecuali Dia sendiri yang bisa menghentikan proyek ini. Saudara-saudara yang sangat di kasihi-Nya mari kita mengambil keputusan ini dengan serius, dengan merenungkan Nehemia 4:4-23. kiranya dengan usaha bersama ini, Papua akan diperhitungkan di kancah International secara sempurna bagi Kemulian-Nya.

Sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Nabire

Pertama sekali saya mengucapkan : “Selamat Ulang Tahun yang ke-10 kepada Pelayanan Pendidikan Pesat Nabire, yang terproses menghadapi segala sesuatu tantangan dan perjuangan keras, dalam rangka ikut berpartisipasi aktif menjemput anak bangsa ke depan yang lebih baik.

Yang kedua, bahwa pola Pendidikan Berasrama adalah salah satu bentuk penerapan pendidikan yang brehasil diterapkan di tanah Cenderawasih atau tanah Papua, sampai dengan tahun 70-an, setelah itu pola tersebut menghilang sebentar terganti dengan pola Inpres, atau masih ada asrama tetapi kurang diperhatikan dengan baik.

Di Nabire, sejak 10 tahun yang lalu, pola Pendidikan Berasrama dimunculkan lagi oleh Ev. Daniel Alexander, dan hasilnya luar biasa. Karena anak-anak Papua terproses dari akarnya, maksudnya anak-anak TK ditampung dalam asrama dan sekarang anak-anak tersebut telah menyelesaikan pendidikan SMP dan masuk SMA.

Hasil yang kita tunggu sekarang, telah hampir matang. Yaitu kita aka melihat anak-anak Kristen seutuhnya yang akan keluar dari SMA Anak Panah Nabire. Setelah itu anak-anak tersebut akan melanjutkan ke S.1 dan S.2 secara lebih telaten dan lebih baik lagi.

Ini semua karena Tuhan Yesus memberkati seorang Ev. Daniel Alexander, Ev. Eliezer Edo Odo dan masih banyak lagi teman-teman yang lain. Saya sungguh percaya, bahwa pola Pendidikan berasrama ini, akan menghasilkan buah yang jauh lebih dari apa yang kita dapat pikir pada saat ini, karena Roh Tuhan sedang mencermati dan meng-aminkan apa yang sekarang sedang digiatkan lewat Pelayanan Pendidikan Pesat berpola Asrama di Nabire.

Apalagi dengan thema perayaan tahun ini yaitu : “Menghadirkan kerajaan-Nya di Papua’< merupakan selamat dan sukses besar yang sekarang sedang terproses di tanah Papua. Tuhan memberkati


Petrus Danomira A.Ma.Pd
NIP 130 408 806

GEMPA!!

Sebelum jauh melangkah kedalam Perayaan 10 tahun Pelayanan Pendidikan Pesat Nabire. Kami ingin menceritakan kemurahan Tuhan yang telah nyata buat Nabire di tahun 2004. Seluruh dunia telah mengetahui, dalam satu tahun kemarin, Nabire diguncang gempa bumi sebanyak dua kali.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa masalah gempa yang sudah berlalu dan “sepertinya” tidak ada hubungan dengan pendidikan, kami ketengahkan disini. Kami yang ada di Nabire saat terjadi gempa merasakan, betapa Tuhan sangat mengasihi Nabire.

Gempa pertama yang terjadi sekitar pukul 06:00 WIT pada tanggal 06 Pebuari 2004. Menimbulkan kepanikan dan trauma warga Nabire, karena ini adalah sebuah kejadian yang tidak pernah terpikirkan oleh siapapun yang tinggal di Nabire. Semua datang begitu tiba-tiba, mengguncang, merobohkan dan merusak, juga merenggut nyawa sebagian warga Nabire.

Sesaat Nabire lumpuh total, setiap orang bertanya-tanya kenapa ini terjadi, bahkan ada yang “mengira” Tuhan yang membuat kehancuran. Ada banyak orang hilang harapan, mereka pergi meninggalkan Nabire, bahkan ada dari antaranya yang meninggalkan panggilan-Nya. Sementara semua orang yang tetap tinggal di Nabire telah melihat, bagaimana Tuhan mengasihi Nabire secara luar biasa. Setiap pagi kami selalu bertemu dengan fajar baru, itulah kekuatan kasih-Nya yang menuntun kami untuk bangkit dan bangkit lagi. Sampai akhirnya, roda kehidupan Nabire berputar kembali, dan pelayanan dilanjutkan lagi.

Ketika semua sudah berjalan normal, trauma gempa sudah mulai sembuh, gerbang tahun baru 2005 sudah terlihat. Tanggal 26 Nopember 2004, sebuah hentakan muncul terlalu pagi. Sekitar pukul : 04:00 WIT, Nabire terbangun oleh hentakan yang langsung membawa ingatan semua orang pada guncangan bulan Pebuari. Dirasa tidak berkelanjutan, maka hentakan itu terlupakan oleh kesibukan hari. Tidak ada seorangpun yang mengerti bahwa hentakan itu adalah sebuah peringatan akan datangnya gucangan yang lebih hebat. Dipuncak kesibukan hari, tiba-tiba Nabire terguncang secara dahsyat, tepat Pukul : 11:45 WIT. Dalam sekejap, terlihat asap hitam pekat muncul dimana-mana menggapai langit Nabire.

Teriakan, tangisan histeris, kepanikan dan kekacauan menyebar memenuhi semua tempat.

Nabire lumpuh lagi, dan lebih parah dibanding dengan yang terjadi diawal tahun. Terjadi lagi orang-orang meninggalkan Nabire, roda kehidupan terhenti, kali ini seperti benar-benar akan berhenti untuk selamanya. Namun sekali lagi, Tuhan terbukti sangat mengasihi Nabire. Dia yang menghalau kebinasaan, Dia yang melindungi, Dia memulihkan dan Dia telah memilih Nabire sebagai tempat untuk memulai Kerajaan-Nya di Papua yang akan memberkati Indonesia dan semua bangsa-bangsa di dunia. Haleluya ... Terpujilah Nama-Mu Yesus Tuhan. Amin