Taman Kanak - Kanak

Atas kemurahan Tuhan Yesus dan kerja keras tim pendidikan, saat ini kami telah menyelenggarakan 5 TK. Pada awalnya, tepat pada tanggal 17 Juli 1995 bekerjasama dengan Persatuam Wanita Kristen Indonesia (PWKI), kami membuka TK Anugerah sebagai TK pertama, selang 3 (tiga) tahun beroperasi, Pesat Nabire menyerahkan pengelolaan, tanah dan

bangunan TK ini untuk selanjutnya dikelola oleh PWKI. Sedangkan TK yang kami kelola sekarang adalah :

1. Taman Kanak-Kanak (TK) Shekinah Glory Terpadu

TK Shekinah Glory didirikan pada tahun 1998. Pada awal dioperasikannya TK Shekinah memiliki 30 murid, dan tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan belajar adalah Balai Desa Kalisusu. Namun setelah berjalan 2 tahun jumlah murid semakin bertambah sehingga daya tampung ruang kelas menjadi tidak memadai, sehingga kami harus pindah menggunakan Menara Yerusalem. Sejak didirikan sampai tahun 2005 TK Shekinah telah meluluskan 124 murid.

Setelah beberapa tahun beroperasi, akibat gempa bumi yang terjadi dua kali di tahun 2004 membuat tempat yang kami pakai rubuh dan tidak bisa dipakai lagi, sehingga akhirnya kami membangun tempat baru, yang sementara ini masih dalam proses pembangunan. Hal ini perlu segera dilakukan mengingat tahun ini kami memiliki 30 murid, yang diasuh dan didik oleh 5 orang guru. Sedangkan prestasi yang telah diraih oleh TK Shekinah Glory adalah :

- Juara I Lomba Menyusun Korek Api (Hardiknas 2004)
- Juara I Lomba Membaca Deklamasi (Hari Ulang tahun Yayasan Kemala Bhayangkari) tahun 2005.

2. Taman Kanak-Kanak (TK) Eklesia Terpadu

TK Eklesia Terpadu mulai beroperasi pada tahun 1998 dengan menggunakan tempat Balai Desa Samabusa. Setelah 1 tahun berjalan TK Eklesia berpindah tempat di rumah milik Yayasan Pesat yang dulunya bekas digunakan sebagai kios. Pada akhirnya di tahun 2004 TK Eklesia dibantu oleh Yayasan Patmos dapat membangun gedung sekolah yang baru. Pada saat ini TK Eklesia telah memiliki 20 murid, yang diasuh dan didik oleh 4 guru. Sejak didirikan hingga tahun ini TK Eklesia telah meluluskan 138 murid.

3. Taman Kanak-Kanak Makmur Terpadu

TK Makmur Terpadu didirikan pada bulan Juni tahun 2004. Tk ini terletak di kampung Wanggar Makmur, keberadaannya sangat membantu para warga masyarakat sekitar karena bagi masyarakat fungsinya sangat bermanfaat bagi pengembangan pendidikan anak-anak. Ditinjau dari letaknya yang strategis, TK Makmur Terpadu mempunyai pengaruh tersendiri dikarenakan sarana pendidikan yang baru tersedia di daerah itu adalah hanya sekolah dasar. Oleh karena itu, pertama kalinya TK Makmur Terpadu hadir di sana, para guru-guru yang ada sangat mengharapkan bantuan/kerjasama dari masyarakat serta dukungan dari Yayasan.

TK Makmur Terpadu saat ini belum memiliki bangunan sendiri dan masih menggunakan KUD. Pada saat ini TK Makmur Terpadu telah memiliki murid 16 orang, yang diasuh oleh 4 guru. Sejak didirikan TK Makmur Terpadu telah meluluskan 8 murid.

4. Taman Kanak-Kanak Cendrawasih Sugapa

TK Cendrawasih Sugapa mulai dirintis pada tahun 1996 kemudian baru pada Januari 1997 proses belajar mengajar dimulai, dan secara resmi TK ini dibuka oleh Camat Sugapa pada Juli 1997. Kehadiran TK Cendrawasih ternyata disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat setempat, hal ini terbukti dengan diberikannya tanah seluas 2500 m² secara sukarela sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan. Saat ini TK Cendrawasih Sugapa mempunyai 4 orang guru yang mengasuh dan mendidik 29 murid. Sejak didirikan TK Cendrawasih telah meluluskan 125 murid, yang ternyata produk dari lulusan tersebut mampu bersaing dengan murid-murid asal Nabire, ini dibuktikan dari beberapa murid lulusan TK Cendrawasih dapat menjadi juara di SD Agape Nabire.

SD Kristen AGAPE Terpadu

SD Kristen Agape Terpadu mulai beroperasi sejak tahun pelajaran 1996/1997. Tugas paling berat berada di pundak para guru yang melaksanakan pembelajaran di sekolah ini. Karena mereka menampung anak didik yang masih sangat kecil dan labil. Terutama yang perlu diingat adalah bahwa murid-murid ini berasal dari pegunungan Sugapa.
Akan tetapi dengan keuletan, kerja keras dan kerja sama yang baik antar tenaga pendidikan dan TU, maka setiap murid SD Kristen Agape telah bisa membaca dan menulis.
Secara statistik, murid-murid yang dididik di SD ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Demikian juga dalam hal prestasi, SD K Agape dikenal sebagai jagonya sepak bola di tingkat SD di Kabupaten Nabire.

Kurikulum yang dilaksanakan sampai dengan saat ini masih bersifat umum, sama dengan semua sekolah lainnya. Namun ke depan sesuai dengan visi dan misi Yayasan Pesat, maka akan disuahakan untuk memiliki kurikulum sendiri yang tidak menyimpang dari kurikulum standard nasional, namun juga memiliki kekhasan sesuai dengan kondisi alam Papua.
Salah satu kekhasan yang sedang dalam proses penggodokan adalah adanya mata pelajaran teknologi kelautan. Diharapkan dengan memuat pelajaran ini, anak didik akan mempu mengelola sumber daya laut Papua yang melimpah ruah.

Program ke depan. Direncanakan akan membuka pelajaran computer yang diperuntukkan mulai dari siswa kelas IV sampai dengan kelas VI. Disamping itu, setelah pembangunan Asrama Hermon Baru selesai, maka kegiatan ekstra kurikuler akan digiatkan yang mencakup; kesenian tradisional (Balada Cendrawasih, Yospan), sepak bola, sepak takraw, bola volley, bola basket dan badminton. Diharapkan kegiatan ini menjadi strong point di SD K Agape Terpadu Nabire.


SMP Kristen ANAK PANAH

SMP Kristen Anak Panah Nabire mulai beroperasi sejak Tahun Pelajaran 2002/2003. Pada semester Pertama semua kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada sore hari dengan ruang belajar dan kantor guru menumpang pada SD Kristen Agape Terpadu. Pada semester ke dua kegiatan pembelajaran masih di tempat yang sama namun telah dilaksanakan pada pagi hari. Jumlah murid pada waktu itu adalah 48 orang dan ditampung hanya dalam satu kelas.

Memasuki tahun kedua, atas kemurahan Tuhan, SMP Kristen Anak Panah telah memiliki gedung sekolah sendiri. Lokasinya berdampingan dengan gedung SD Agape Terpadu. Belajar dari pengalaman satu tahun pertama, dimana para guru mengalami kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran karena di dalam satu kelas terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara siswa yang cepat dan siswa yang lambat belajar, maka gedung SMP baru ini dirancang dengan daya tampung maksimal 26 orang siswa perkelas, sehingga siswa yang cepat dan siswa yang lambat belajar dipisahkan dalam 2 kelas paralel. Tujuannya adalah agar guru lebih maksimal dalam mengelola kelas. Karena itu sebanyak 50 orang siswa baru pada tahun kedua langsung dibagi dalam dua kelas paralel, yaitu kelas 1A dan 1B. Pembagian kelas ini didasarkan pada hasil tes seleksi penerimaan siswa baru. Demikian juga halnya dengan siswa kelas dua, 36 siswa kelas dua langsung dibagi dalam dua kelas paralel. Sampai dengan tahun kedua jumlah siswa SMP ini adalah 86 orang siswa.
Sejak awal SMP Kristen Anak Panah telah mengambil prakarsa untuk lebih mengutamakan kwalitas daripada kwantitas. Hal ini langsung berdampak pada dua hal pokok. Pertama siswa yang diterima adalah mereka yang lulus tes penyaringan siswa baru, dengan materi tes Matematika, pengetahuan umum dan mengarang. Maka dari hasil tes penyaringan ada beberapa orang pendaftar yang terpaksa tidak diterima. Kedua, melalui rapat guru ditetapkan bahwa batas minimal kenaikan kelas adalah nilai 6,00 untuk setiap mata pelajaran. Akibatnya dari 48 orang siswa pada angkatan pertama, hanya 36 orang yang naik ke kelas II,

sementara 10 orang tahan kelas dan 2 orang pindah sekolah sebelum ujian kenaikan kelas. Demikian juga halnya dengan siswa angkatan kedua, dari 50 orang siswa kelas I, yang naik ke kelas II hanya 37 orang, 7 orang tinggal kelas sementara 6 orang keluar, sebagian pindah ke sekolah lain sebagian lainnya keluar tanpa alasan yang jelas.

Pada tahun ketiga (TP 2004/2005), terjaring 43 siswa baru (kelas I). Namun akibat keterbatasan sekolah dalam 3 sumber pokok, yaitu sumber daya (Guru), sumber dana untuk membayar gaji guru dari luar, dan ketiga fasilitas ruangan kelas yang belum tersedia, maka murid baru ini dimasukkan dalam satu kelas saja. Sementara siswa kelas II dan III tetap dibagi masing-masing dalam 2 kelas paralel.

Ditengah-tengah kondisi sekolah yang baru merangkak, minim ruang belajar, minim tenaga pengajar dan minim dana, SMP Kristen Anak Panah tetap berusaha melakukan terobosan-terobosan yang sangat dinamis. Atas bantuan dari para donatur dan pemerintah baik pusat maupun daerah, didukung dengan kerja sama yang baik dan semangat dari setiap guru dan TU untuk membuat SMP ini menjadi sekolah berkwalitas, maka dalam perjalanan waktu, di tahun ke tiga ini telah terjadi kemajuan-kemajuan yang sangat menggemirakan. Diantaranya adalah SMP K Anak Panah telah memiliki lab. Komputer dengan 12 unit komputer, laboratorium Bahasa Inggris (join dengan SMP N. 2 dan SMP PGRI Nabire). Demikian juga halnya dalam prestasi. Dalam usianya yang masih relativ sangat muda, SMP Kristen Anak Panah telah berhasil memperoleh prestasi-prestasi sebagai berikut:

Dengan semakin lengkapnya fasilitas sekolah dan semangat kerja yang tinggi dari semua guru dan TU, maka ke depan SMP Kristen Anak Panah akan membuka Bimbingan Belajar bagi siswa SMP, mencakup mata pelajaran pokok. Selanjutnya dalam bidang olah raga tetap akan ditingkatkan prestasi dalam cabang bola basket, Volley, sepak bola, takraw, senam dan atletik. Semua ini akan menjadi Strong Point bagi SMP Kristen Anak Panah Nabire. Selanjutnya juga akan dilengkapi media pembelajaran seperti perpustakaan, lab IPA dan Matematika. Yang masih terus diperjuangkan adalah, komitmen SMP ini untuk menjadi sekolah terbaik dalam pelaksanaan 6K. Dengan selesainya pembangunan pagar sekolah, maka komitmen ini akan segera direalisasikan.

SMA ANAK PANAH

Seiring dengan bergulirnya waktu, dimana murid-murid SMP Kristen Anak Panah khususnya yang sekarang (Juli, 2005) duduk di kelas III akan menamatkan pendidikannya di tingkat SMP. Maka kami harus menyediakan program pendidikan lanjutan pada level Sekolah Menengah Atas (SMA) guna menampung dan mendidik murid-murid yang akan menamatkan dirinya di SMP Kristen Anak Panah. Oleh karena itu pada Tahun Pelajaran 2005/2006 ini kami akan membuka SMA Kristen Anak Panah yang terletak di Jalan Martha Christina Tiahahu, Kalibobo dengan luas bangunan 1.200m² yang akan menampung 90 murid. Penambahan ruang kelas baru serta segala fasilitas pendidikan lainnya seperti perpustakaan, laboratorium, lapangan olahraga, akan dibangun secara bertahap.

SMA yang akan beroperasi ini rencananya akan membuka 2 jurusan, yaitu jurusan IPA dan IPS. Mereka akan diasuh dan didik oleh 13 orang guru dan didukung oleh 1 tenaga staf tata usaha. Visi yang ingin dicapai oleh SMA Anak Panah adalah “Membentuk generasi Papua untuk menjadi pemimpin dimasa mendatang yang sehat, mandiri, cerdas, terampil, kreatif, dan memiliki karakter Kristus”.

Misi SMA Anak Panah :

Siap Hidup, artinya mendidik siswa berkarakter (moral/kepribadian) sesuai dengan Firman Tuhan sehingga siap menghadapi tantangan hidup.

Siap Pikir, artinya melatih atau mendidik murid-murid untuk belajar secara kreatif sehingga cepat tanggap menghadapi kemajuan teknologi dalam era globalisasi.

Siap Pakai, artinya melatih murid-murid dengan ketrampilan-ketrampilan praktis sehingga membuat para murid menjadi mandiri dan inovatif.

Siap Gaul, artinya melatih murid-murid agar memiliki kepekaan sosial sehingga dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi guna membangun masyarakat.

Dengan dioperasikannya SMA Anak Panah, kami berusaha dan berharap mempersiapkan anak-anak masuk perguruan tinggi, oleh karena itu kami akan memberikan yang terbaik, dan tentunya hal ini perlu didukung oleh semua pihak yang berkepentingan karena kami tidak akan sempurna untuk melakukannya sendiri.